Sunday, June 5, 2022

Seusai Pesta Pora

by: Sirl

Kulacino itu…
Perlu aku bersihkan atau bagaimana?
Tidak usah, biar aku saja
Nanti juga kering sendiri
Kamu kan tamu, aku tuan rumahnya
Tidak baik kalau kamu yang bersihkan

Atau
Aku balikan ke keadaan semula saja, ya?
Bagaimana… bisa?
Aku bilang tidak perlu
Aku cukup terlatih untuk hanya sekadar
membereskan ini seorang diri

Tak masalah,
Semua yang pernah singgah
setidaknya meninggalkan jejak, bukan?
Jejak apa? Jejak petualang maksudmu?
Ahahaha, kami tertawa.

Kamu ‘kan membuka pintu dengan tangan terbuka
Memberi sajian menu favoritku dengan penuh gembira
Tak baiklah kalau aku pergi tanpa pamit
Aku minta maaf ya.

Kenapa minta maaf?
Sudah sudah
Esok Senin, kau harus melanjutkan perjalanan ‘kan?
Kalau tidak bisa selamanya di sini
Minimal ada hikmah dan pelajaran yang kau ambil


Ah sekali lagi, maaf ya
Aku harus segera pulang
Selamat beristirahat.
Nanti akan aku ceritakan, ya…
Saat kita bertemu (kembali)

Memangnya pernah? Di mana? Halo? Halo? Halo?

Gedebukkkk…
Astagfirullah, ternyata hanya mimpi
Sepertinya semalam aku lupa berdoa sebelum tidur

Thursday, April 28, 2022

Tahun Cahaya

Hari Puisi Nasional🕊🤍
Selamat menunaikan ibadah puisi untuk wilayah nurani dan sekitarnya. Mari bermeditasi, berkelakar, dan bertaut dengan puisi.📝

Untuk merayakan Hari Puisi Nasional tahun 2022, ada sebuah puisi istimewa yang aku buat dalam waktu kurang dari 1 jam, hehehe. Semoga suka, ya.

Tahun Cahaya

Dengan keterbatasan
yang hanya bisa kulihat dari kejauhan
Bias, pandanganku kabur membawa secarik catatan berisi senarai pertanyaan tuk perjalanan panjang

Banyak hal yang tentu saja masih menjadi rahasia
Aku tak mau mencari penyakit, tapi sekelumit fakta memintaku tuk bergegas mencari titik

Seperti niskala, ia tidak berwujud.
Namun, bisa aku rasakan keberadaannya.
Tak usah tanya ia siapa
Senandika merupakan bagian dari hidupnya

Irit bicara, katanya
Padahal ia pandai bercerita
Walau hanya kepada dirinya sendiri
Bercengkrama dengan aksara
Merangkai diksi demi diksi hingga tak terasa
seluruh lema di kamus habis tak tersisa

Siapalagi kalau bukan kamu tokoh utamanya?
Tak sadar, ya?

—Sirl
28 April 2022


Tuesday, November 16, 2021

(someone) i thought was my endgame

 (someone) i thought was my endgame

by: Sirl

this,

unconditionally
dilemma
it's risky
i mean
i don't know
even it turns out
that you never felt the same way about me
i'm still stuck in
how can i still breathing
i created the pain
i created my own heartbreak
tell me how to stop this
how can i feel happy and sad in the same time?

sometimes, 
i chosen't to know anything
i'm confused
my heart and logic don't match
i'm tired of everything
i'm slowly giving up
whether doing that was probably the best decision i've made?

i know and i realize that
my biggest mistakes is 
i've loved you so much, so much
on day i haven't love myself  first
and yass
i think that's all 
and precisely where the problem begins

tripple kills
when finally...
i know that
you wasn't done with your ex

to be honest
i just gotta accept it,
but damn
i really almost lost myself
again and again

if you know
just tell me now, how?!
it's been more than 2 years 
and i don't know
how to unloving you

i've love
i just wanna be free from this feelings
no pains
no regrets

all i want to do is
realize, deeply
everyday
every time
evey hour
every minutes
and every seconds
to love myself a little more
day by day
step by step
little by little
i want to live each mystery
how can i enjoy mylife to the fullest

i don't know what i want
what i deserve

anyways...
i'm tryin'
to uncrush
to unlove
to uncare
to stop anything related to you
but did you know?

no matter how i'm trying my best
how foolish i'm
it's really hard
i've never felt this before

i think
you're my endgame story
but, in fact
i totally wrong
'cause the special person is not me
is she, she, she
your ex, right?
or she's your future?

one thing you should know
all of this
i just can love you in the way i can
in private
in every universe
cause being your friend in public is enough for me
am i still your friend?
or am i your enemy?
Allah knows, but you and i don't

on the other hand
 i realize that
it's kinda one sided love
sometimes what i want isn't what's best for me
and i always trust His decision

for you
whenever you are
i always pray for you
hope we meet oneday
and wait 'till the best time


Saturday, September 18, 2021

Merpati Putih

Se.nan.di.ka--


Berkali ku kisahkan dalam sebuah sebuah puisi

Atau sesekali pada diary

Sebagai teman berekspresi

Tuk mewakili perasaan hati, sendiri.


Angan-angan menerawang langit

Dibalut senja yang begitu menggigit

Menyeruku lalu berbisik:

Kemarilah, kan ku bisikkan walau sedikit

Mesku ku tahu, mungkin.. rasanya sangat sulit


Oh, ya.

Masih ingat kah dengan puisi yang kemarin?

Iya yang kemarin.


Prediksiku sepertinya tepat

Padahal, awalnya ku kira akan terlambat


Yakin sampai, tapi mungkin tak sampai..

Maksudnya?


Tak perlu tahu, sudah sudah.

Harapku sebatas sampai kan, bukan yang lain.


Lantas, setelah ini apalagi yang akan kamu lalukan?

Ya.. biarlah waktu yang menjawab

Aku khawatir perspektifku salah


Merpati putih, sampaikan salamku untuknya, ya.

Aku ingin sekali hari ini menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya, 


Kau tahu tidak merpati? Semalam.. jantungku rasanya berpindah tempat


Ah nand, lagi-lagi kamu hiperbola

Tidak merpati, serius.



-- bersambung..



Thursday, September 16, 2021

Kurang Dua


Kamis, 16 September 2021



Dersik, berisik
Hari ini,
Tepat di bawah nabastala
di tengah teriknya baskara
Dibalut rasa khawatir pun juga sukacita
Puspas...

Aku berkata:
"Semesta, titip ya."
Sahaja, sebetulnya.
Aksa? Memang
Doakan saja, semoga sampai.


Meskipun id, ego dan superego yang sempat
bertarung dengan dahsyat sebelumnya
Namun, sekarang tak lagi hehe
Sisanya, sadrah
Karena... ikhtiar kurasa sudah

Sehingga, tanpa mengasakan apapun
Aku selalu percaya
Bahwa di dunia ini, tidak ada yang sia-sia
Seringnya, Tuhan memberikan kejutan
bagi setiap insan lewat hal yang tak terduga

Oh, ya.
Untuk siapapun yang telah berkenan aku libatkan
Terima kasih sedalam-dalamnya
dan maaf karena aku sungguh merepotkan
Semoga segala hal baik selalu mengiringi setiap perjalanan


1543. Cherish

Sirli Fitriani

Sunday, September 12, 2021

Uji Coba Aplikasi Giat Bergerak - Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Humaniora (PKM-RSH)


           Rika Ar Nurazka, Ismika Nuri Hisyam, dan Firda Rahmadini dari program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) berkolaborasi dengan Sirli Fitriani dan Ilda Zamil dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang merupakan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (Kampus Serang) dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Humaniora (PKM-RSH) Tahun 2021 berhasil lolos dan mendapatkan pendanaan dari Dikti dengan judul "Giat Bergerak" Aplikasi Berbasis Android Guna Membantu Mengoptimalkan Aspek Perkembangan Motorik Anak Usia 4-6 Tahun."


Dokumentasi Tim PKM-RSH Melakukan Uji Coba Aplikasi Giat Bergerak Bersama Guru dan Siswa TK Labschool UPI Kampus Serang

Aplikasi Giat Bergerak yang merupakan aplikasi dengan muatan edukasi dan permainan serta informasi kesehatan dan keselamatan anak usia 4-6 tahun ditujukan untuk membantu mengoptimalkan perkembangan motorik anak usia 4-6 tahun di tengah masa pandemi Covid-19.

Pada tanggal 6-8 Agustus 2021 lalu, lima mahasiswa tersebut telah melakukan Uji Coba Aplikasi "Giat Bergerak" di TK Labschool UPI Kampus Serang ditemani dengan dua orang guru yang kerap disapa Bunda Love dan Bunda Rita.

Aplikasi Giat Bergerak ini diujicobakan kepada lima orang siswa TK Labschool yang berusia 4-5 Tahun yang terdiri dari 3 laki-laki dan 2 perempuan.

Respon siswa ketika mencoba Aplikasi Giat Bergerak dinilai baik. Hal ini terlihat dari antusias mereka selama uji coba ini berlangsung.


Sunday, August 15, 2021

Saling Bantu - Menjadi Bagian dari Kebahagiaan Orang Lain

Saling Bantu 

–  Menjadi Bagian dari Kebagahagiaan Orang Lain 

Pernah gak sih di antara kalian ada yang ngerasa happy banget karena bisa bantu orang lain? Sekecil apapun bantuan itu dan apapun bentuknya itu. Entah ngebantu support secara materi dengan berbagi kebahagiaan melalui donasi atau sedekah atau support dalam bentuk lainnya, misalnya hal sederhana dengan ngasih kata-kata semangat (walaupun mungkin bagi sebagian orang apa sih semangat kayak yang udah basi gitu wkwkwk), jadi tempat orang lain untuk bisa berbagai cerita atau kalau memiliki kapasitas dan memang diminta untuk bisa kasih solusi dan lain-lain ya sebisa mungkin kita lakukan. Bagi aku, itu hal yang sangat amat berharga banget dalam hidup, apalagi kalo ternyata yang ngebantu itu itu teman kita, atau circle terdekat kita

Kayak yang hal-hal sesederhana itu bisa jadi bagian dari support systemnya orang lain. seneng gak sih kalau orang lain seneng? Seneng gak sih bisa jadi bagian dari kebagahiaan orang lain? jujur, kalo aku pribadi seneng banget.

Kayak yang... ya Allah, terima kasih. Aku bersyukur banget dikelilingi orang baik kayak mereka. Terus kalian ngerasa plong, lega, ikut seneng, bahkan kalian ngerasa kayak lagi gak bantu orang lain tapi lagi bantu diri kalian sendiri gitu, lho.

IMHO, perasaan-perasaan itu muncul ketika ketulusan di dalam diri kita mulai terbangun. Kita gak mengharapkan feedback dari orang lain. Maksudnya, ya kita pure secara tulus ngebantu tampa pamrih. Its another level of happiness gak si guys? Akhirnya gak henti-hentinya bersyukur sama Tuhan yang udah luar biasa kasih kita beragam nikmat yang tak terhingga. Barangkali bisa jadi review untuk kita nih, seperti yang Allah katakan dalam Al-Quran QS.Al-Zalzalah [99]: 7 yang berbunyi:

   فَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرً۬ا يَرَهُ ۥ 

Artinya: "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasan(nya)." (QS.Al-Zalzalah [99]:7)

Berdasarkan ayat di atas, kalau aku coba kaitkan dengan yang sebelumnya aku bahas, berarti sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan, misalnya membantu orang lain, kelak kita akan mendapatkan balasannya. Entah melalui hal yang serupa, atau dengan bentuk kebaikan lainnya. Menabur kebaikan kepada ornag lain itu ibarat kita lagi menabur kebaikan untuk diri kita sendiri, jadi jangan pernah menyesal menjadi orang baik ya! 


Sunday, 15th August 2021

Sincerely,          

Sirl    

 

 

 

 

Tuesday, May 4, 2021

“Batik Baduy Salaku Warisan Anu Kedah Dijaga”

Aku percaya, bahasa adalah jembatan antara diri dan akar kita. Namaku Sirli. Menulis menjadi caraku merekam jejak, meski tidak selalu rutin kulakukan. Di blog ini, aku menyimpan beberapa tugas atau cerita kecil dari masa sekolah dan kuliah. Salah satunya datang dari mata kuliah Pendidikan Bahasa dan Budaya Sunda, yang kuambil di Semester 4. Sebagai seseorang yang lahir dari latar belakang Sunda dan Jawa Serang, aku tumbuh dengan Bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu di rumah. Namun, ketertarikanku pada bahasa daerah tak pernah padam. 

Berikut ini adalah salah satu hasilnya—sebuah cerpen sederhana dalam Bahasa Sunda. Mungkin bukan karya besar, tapi bagiku, ini adalah bentuk kecil dari pelestarian dan penghargaan terhadap identitas budaya.


1. Versi bahasa Sunda

“Batik Baduy Salaku Warisan Anu Kedah Dijaga”

Sumber: Canva

Ngaranna Lilu. Budak awéwé anu dilahirkeun dina kulawarga saderhana. Ti saprak budak, anjeunna kaleungitan kanyaah indung. Indungna parantos pupus nalika anjeunna masih di SD. Ayeuna, Lilu hirup sareng bapa sareng lanceukna anu namina Lili. Bapana damel salaku kuli tani anu gajihna henteu pasti. Sanaos hirupna lengkep kakurangan, aranjeunna sok ngahaturkeun rasa syukur kana berkah anu dipasihkeun ku Allah SWT. 

Bapana sok ngajar dua murangkalihna supados getol dina ibadah sareng diajar. Ayeuna, Lilu Sareng Lili angkat badé diajar di SMA Sareng Lili di SMP. Saban dinten aranjeunna kedah ngumbara salami ± 30 menit kanggo leumpang ka sakola. Nanging, ieu henteu janten halangan pikeun aranjeunna. Hiji waktos, Lilu émut kana cariosan almarhum indungna. Anjeunna ceurik.

Kalayan panasaran, Lili naros ka Lilu.

Lili   : "Teh, kunaon atuh ceurik?" Lili naros kabingungan.

Lilu : (Lilu nyobian ngusap cimata na teras anjeunna nyobian nenangkeun dirina teras nyobian ngajelaskeun ka Lili) "Lu, anjeun émut amanat indung sateuacan indung pupus."

Lili  : “(Lili sedih kusabab anjeunna émut ka almarhum indungna ogé). Teras naros, amanat naon anu ditepikeun ku indung, teh?"

Lilu  : “Baheula, Indung teh tukang batik, Lu. Batik indung katelah “Batik Baduy”. Numutkeun

kana warna karesep indung, batik anu indung damel sok biru sareng hideung. Kombinasi dua warna ieu saé pisan, utamina ku kreativitas anu indung anggo. Indung mamatahan, “Hiji dinten urang kedah tiasa ngalestarikeun Batik Baduy ieu sareng Lili. Ah, teteh sedih mikiran almarhumah indung."

 (1)Batik Baduy mangrupikeun cerminan tina kesederhanaan, kaistiméwaan sareng nilai seni budaya sareng karajinan lahir tina kaarifan lokal masarakat anu hirup Gunung Kendeng di Pagunungan Halimun Kalér. Batik Baduy ngagaduhan gaya kreweng terwengkal sareng nganggo warna dasar saderhana, biru tua hideung. Batik Baduy seuseueurna dianggo salaku ikat sirah. Karakteristik sareng idéntitas batik Baduy nyaéta warna biru hideung biru caang anu nguasaan unggal kaén lawon, warna ieu ngagaduhan hartos salaku wujud kanyaah Baduy pikeun alam.

Sumber: Canva

(2)Anyar-anyar ieu, warna-warna sanés parantos nambihan macem-macem motif batik Baduy. Aya motif Tapak Kebo, motif Merak, motif Kongkolak, motif Sabodo Akang, Belimbing, Dayang Sumbi sareng seueur motif anu sanésna ngagambarkeun alam sareng kahirupanna, anu kalolobaanana nyaéta patani. Motif Batik Baduy akhirna janten Mekah inspirasi pikeun lahirna motif batik di daérah Banten. Motif batik dicampur adat sareng budaya masarakat Banten mangrupikeun hasil, éksprési, éksplorasi sareng kamekaran motif Baduy.

Lili : "Hmmm (ujug-ujug jempé bari ceurik. cimata). Teras, batik indung masih aya teu?"

Lilu : “Oh enya Lu, éta leres. Hatur nuhun pikeun ngingetan eteh. Batik Baduy indung sareng alat batik na masih aya disimpen dina kotak anu aya di kamar urang."

Nalika aranjeunna milari Baduy Batik, warisan ti indungna, bapakna dugi ka imah. Bapana terang yén aranjeunna milari naon-naon, teras naroskeun sareng ngabantosan manggihan eta. Tétéla bapak ngajaga warisan indung kuring ogé. Urang silih rangkul sareng ceurik. Saatos éta, Lilu sareng Lili nyobian diajar batik sapertos indungna. 

Teu disangka-sangka, buah tina katahanan, kasabaran, sareng kerja kerasna Batik Baduy parantos dikenal ku masarakat luas. Lilu sareng Lili nuturkeun dina seueur paméran sareng lomba batik. Dugi ka aranjeunna Lilis ti sakola, anjeunna ngagaduhan seueur Bengkel Ngadamel Batik sareng ngalestarikeun aranjeunna sumebar di sababaraha kota. 

Kaayaan ékonomi kulawargana ogé janten langkung saé sareng akhirna Lilu sareng Lili tiasa ngintun bapakna pikeun haji ka Baitullah. Alhamdulillaah… 

--- Réngsé---

  • Pesan Moral: Salawasna syukur kana berkah ti Allah SWT. Rajin ibadah, rajin diajar, tabah, sareng mikanyaah ka sepuhna, ogé kedah tiasa ngalestarikeun budaya anu saé, salah sahijina Batik Baduy. 
  • Unsur Budaya : Ngangkat carita sareng carita ngeunaan Batik Baduy salaku salah sahiji idéntitas budaya di Propinsi Banten.

 (1)(2)Ade Zaenal Mutaqin. “Hari Batik Nasional; Tenun dan Batik Baduy menjadi Identitas Pariwisata Banten” dari Wisatahalimun (2017, Oktober 1), diakses tanggal: 19 April 2021 dan diterjemahkan oleh Sirli Fitriani.

 

2. Versi bahasa Indonesia

“Batik Baduy Sebagai Warisan yang Harus Dijaga”

Sumber: Canva

Namanya Lilu. Seorang anak perempuan yang lahir dari keluarga sederhana. Sejak kecil, ia telah kehilangan kasih sayang seorang ibu. Ibunya meninggal saat ia masih duduk di bangku SD. Kini, Lilu tinggal bersama ayah dan kakaknya yang bernama Lili. Ayahnya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu. Meskipun hidup mereka serba kekurangan, mereka selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Ayah mereka selalu mengajarkan kedua anaknya untuk rajin beribadah dan giat belajar. Saat ini, Lilu sedang duduk di SMA dan Lili di SMP. Setiap hari mereka harus berjalan kaki ± 30 menit untuk sampai ke sekolah. Namun, hal itu tidak menjadi penghalang bagi mereka. Suatu ketika, Lilu teringat pada pesan mendiang ibunya. Ia pun menangis.

Dengan rasa penasaran, Lili bertanya pada Lilu.

Lili: "Teh, kenapa menangis?" tanya Lili dengan bingung.

Lilu: (Lilu mencoba mengusap air matanya, lalu berusaha menenangkan diri dan mencoba menjelaskan pada Lili) “Lu, kamu ingat pesan ibu sebelum beliau meninggal?”

Lili: (Lili pun sedih karena ia juga teringat mendiang ibunya). “Terus, pesan apa yang ibu sampaikan, Teh?”

Lilu: “Dulu, ibu adalah seorang pembatik, Lu. Batik buatan ibu dikenal dengan nama 'Batik Baduy'. Sesuai dengan warna kesukaan ibu, batik yang ibu buat selalu berwarna biru dan hitam. Kombinasi dua warna itu sangat indah, apalagi karena kreativitas yang ibu curahkan. Ibu pernah berpesan, 'Suatu hari nanti, kita harus bisa melestarikan Batik Baduy ini, bersama Lili.' Ah, Teh sedih kalau ingat almarhumah ibu.”

Sumber: Canva

 (1)Batik Baduy merupakan cerminan dari kesederhanaan, keunikan, serta nilai seni dan budaya yang lahir dari kearifan lokal masyarakat yang tinggal di Gunung Kendeng di Pegunungan Halimun Utara. Batik Baduy memiliki corak yang khas dengan warna dasar sederhana: biru tua dan hitam. Batik Baduy sebagian besar digunakan sebagai ikat kepala. Ciri khas dan identitas dari Batik Baduy adalah warna biru hitam pekat yang mendominasi setiap kain, warna ini melambangkan kasih sayang masyarakat Baduy terhadap alam.

(2)Belakangan ini, warna-warna lain mulai menambah ragam motif pada Batik Baduy. Ada motif Tapak Kebo, motif Merak, motif Kongkolak, motif Sabodo Akang, Belimbing, Dayang Sumbi, dan banyak lagi motif lainnya yang menggambarkan alam dan kehidupan sehari-hari mereka, yang kebanyakan adalah petani. Motif-motif Batik Baduy kemudian menjadi sumber inspirasi lahirnya motif-motif batik di daerah Banten. Perpaduan antara motif batik dengan adat dan budaya masyarakat Banten adalah hasil dari ekspresi, eksplorasi, dan perkembangan dari motif Batik Baduy.

Lili: “Hmmm...” (tiba-tiba terdiam dan menangis. Air mata pun mengalir). “Lalu, apakah batik milik ibu masih ada, Teh?”

Lilu: “Oh iya, Lu. Betul. Terima kasih sudah mengingatkanku. Batik Baduy buatan ibu dan alat-alat membatiknya masih tersimpan di dalam kotak di kamar kita.”

Saat mereka mencari Batik Baduy, warisan dari ibu mereka, sang ayah tiba di rumah. Ayah mereka melihat bahwa mereka sedang mencari sesuatu, lalu bertanya dan ikut membantu mencarinya. Ternyata, sang ayah juga menjaga warisan dari ibu mereka. Mereka pun saling berpelukan dan menangis. Setelah itu, Lilu dan Lili mencoba belajar membatik seperti ibu mereka dulu.

Tak disangka-sangka, buah dari ketekunan, kesabaran, dan kerja keras mereka, Batik Baduy pun mulai dikenal oleh masyarakat luas. Lilu dan Lili sering mengikuti pameran dan lomba batik. Hingga setelah Lili lulus sekolah, ia memiliki banyak bengkel batik yang tersebar di beberapa kota untuk melestarikan batik tersebut.

Keadaan ekonomi keluarga mereka pun membaik dan akhirnya Lilu dan Lili bisa memberangkatkan ayah mereka untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah. Alhamdulillah…

                                                                                    Selesai



  • Pesan Moral: Selalu bersyukur atas berkah dari Allah SWT. Rajin beribadah, rajin belajar, sabar, dan menyayangi orang tua, serta mampu melestarikan budaya yang baik, salah satunya adalah Batik Baduy.
  • Unsur Budaya: Mengangkat cerita dan kisah tentang Batik Baduy sebagai salah satu identitas budaya di Provinsi Banten.

Sinopsis Cerita:

Cerita ini mengisahkan dua bersaudara, Lilu dan Lili, yang hidup sederhana setelah ditinggal ibunya. Sang ibu semasa hidupnya merupakan pembatik Batik Baduy. Ia meninggalkan warisan berupa kain batik dan alat membatik, serta pesan agar anak-anaknya menjaga dan melestarikan warisan tersebut.

Setelah mengingat pesan sang ibu, Lilu dan Lili mulai belajar membatik secara otodidak. Dengan semangat dan ketekunan, mereka berhasil menghasilkan batik berkualitas dan mendapat perhatian masyarakat. Mereka diundang ke pameran, lomba, hingga akhirnya membuka bengkel batik dan meningkatkan ekonomi keluarga. Akhir cerita ditutup dengan keberhasilan mereka memberangkatkan ayahnya naik haji, sebagai bukti cinta dan bakti.

Cerita ini menonjolkan nilai pelestarian budaya, khususnya Batik Baduy yang kaya makna simbolik seperti Tapak Kebo dan Dayang Sumbi. Kisah ini mengajak generasi muda agar tidak melupakan akar budaya, serta menunjukkan bahwa warisan tradisi bisa menjadi jalan menuju kesejahteraan dan kebanggaan keluarga.

Wednesday, April 28, 2021

Catatan Sang Juang

Catatan Sang Juang 
Kamis, 20 Juni 2019   
 
                                 
Sekelumit kisah dengan sejuta makna
Mempersatukan berbagai sudut pandang berbeda
Mencari celah di kala kejahiliyahan melanda
Yang kembali mengisolir pintu-pintu cakrawala
 
Asa yang hilang mencari tuan
Sempat dibuang dalam jurang kepesimisan
Terlalu pengecut untuk memperjuangkan
Yang diinginkan hanyalah hasil instan
 
Aku pernah merasakan pahit getirnya kegagalan
Merenggut semua kebahagiaan yang telah ku rencanakan
Isak tangis mendera tak karuan
Kalbuku menjerit kesakitan
Meruak meluap seakan tak bisa dihentikan
Rasanya, kepalaku tak cukup ruang
Pundakku tak kuasa menahan beban
 
Aku sempat hampir putus asa
Terjebak dalam zona duka
Terjerembab dalam jurang kehancuran
Hampir hilang arah dan tujuan
 
Aku sadar aku salah
Tak seharusnya aku pasrah dan menyerah
Aku mencoba untuk bangkit
Meskipun rasanya sungguh sulit
Tapi kenyataannya memang ini
Sekarang bukan lagi saatnya menangisi
Tapi bagaimana kau membuktikan dengan aksi
Bahwa kamu adalah manusia yang sejati
 
Ku ikrarkan dalam diri
Dimanapun kaki berpijak
Ketika diri ini telah mengazamkan
Sebuah pandangan hidup ke depan
Selama napas masih Tuhan berikan
Tak ada alasan untuk menyerah pada keadaan
 

Wednesday, April 21, 2021

Kartini Masa Kini (Memaknai Peringatan Hari Kartini)

  "Terkadang kesulitan harus kamu rasakan terlebih dahulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu."

– R.A. Kartini

Hai, Semesta.
Namaku, Sirli. Aku adalah salah satu dari sekian juta wanita yang beruntung karena terlahir ke dunia ini. Layaknya akar yang kuat, begitu pun dengan para wanita Indonesia.

Kalau dahulu wanita masih didiskriminasi, bersyukurlah kita yang saat ini memiliki kebebasan berekspresi.

R.A. Kartini merupakan sosok yang sangat berjasa dalam hal ini. Pemikirannya yang cemerlang bahkan jauh melampaui zamannya. Sosoknya sangat spesial dan sangat menginspirasi.

Aku merepresentasikan Kartini masa kini sebagai sosok perempuan yang berani untuk memilih dan menentukan jalan hidupnya sendiri.

Memilih profesi apa yang akan ia jalani, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bekerja, atau menjadi ibu rumah tangga yang sejati. Tidak ada yang salah dari hal itu. Semua wanita dapat berkarya melalui perannya masing-masing.

Kartini masa kini diwujudkan melalui sikap kerja keras, mau belajar, dan mengexplore hal-hal baru, terus mencoba, dan memiliki semangat yang besar dalam mewujudkan berbagai mimpi.

Berdasarkan salah satu siniar yang disampaikan oleh Prawitera (2021) bernama Kartini Masa Kini yang pernah aku dengar, ada berapa hal yang kiranya bisa kita refleksikan dari sosok Kartini yang tentunya masih amat sangat relevan untuk kita terapkan hingga saat ini, di antaranya ialah sebagai berikut.
1. Menjadi wanita yang berkarakter.
2. visioner, peduli terhadap pendidikan;
3. memiliki pola pikir yang terbuka;
4. memiliki kegigihan yang bukan hanya soal kerja keras, tetapi mau terus-menerus percaya terhadap mimpi kita dan bergerak maju untuk mewujudkan mimpi itu meskipun banyak orang yang meragukan bahkan tidak percaya dengan mimpi, kemauan, dan kemampuan kita;
5. tidak pamrih, memiliki kerendahan hati, suka menolong, dan memikirkan orang lain. Memiliki hati yang besar, terutama memikirkan para wanita Indonesia; dan
6. agent of change, menjadi bagian dari agen perubahan. Tentunya perubahan ke arah yang lebih baik.

Dalam konteks pandemi saat ini, para wanita Indonesia yang menjadi garda terdepan yang sedang memperjuangkan kualitas kesehatan di Indonesia mulai dari paramedis seperti dokter, perawat, hingga masyarakat perempuan di Indonesia merupakan sosok Kartini masa kini.

Wanita Indonesia harus saling mendukung, saling kuat dan menguatkan, tidak boleh saling sikut dan tidak boleh saling menjatuhkan.

'Cause, women support women.

Bersama menjadi wanita yang punya suara dan pilihan untuk dirinya sendiri. Mampu memberikan dampak dan berkontribusi untuk kemajuan Ibu Pertiwi.

Let's get up lifted empowered and energize together.

Meskipun sosok R.A. Kartini telah tiada, tetapi karya-karyanya akan selalu terkenang sepanjang masa.




Narasi ini dibuat dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2021 sekaligus diikutsertakan dalam kegiatan perlombaan Heroine Party kategori video edukasi kreatif bertema "Dengan Semangat R.A. Kartini, Meningkatkan Kreativitas Perempuan Dalam Eksistensi dan Perannya sebagai Seorang Bidan" yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) DIII Kebidanan Universitas Faletehan pada 21 Mei 2022.

Terima kasih karena telah berkenan untuk sekadar berkunjung kemari dan menyempatkan waktu sejenak untuk membaca narasi singkat yang sederhana ini. Semoga ada hal yang bermanfaat yang didapat setelah membaca narasi ini.🕊🤍

Referensi:
Prawitera, A. (2021). Maukah kamu menjadi Kartini Masa Kini. 


Omong-omong Sepiring Nostalgia

Omong-omong Sepiring Nostalgia Kule sebenere rada ora rela, ya, lamun kudu ngebagi sios hal niki. Hm, tapi seuwise mikir cukup suwe, kayane ...